Review Novel Hujan Bulan Juni

Hujan Bulan Juni merupakan sebuah novel sastra yang ditulis oleh Sapardi Djoko Damono dan diterbitkan oleh Gramedia pada tahun 2015 .

Image result for hujan bulan juni 

Novel ini dibuat berdasar syair puisi yang sudah dibuat Sapardi Djoko Damono sebelumnya. Dengan gaya bahasa yang mudah dimengerti dan disisipi berbagai majas membuat keindahan sastra yang sangat terasa pada novel ini. 

Hujan Bulan Juni berkisah tentang kisah percintaan antara seorang antropolog bernama Sarwono dengan seorang gadis bernama Pingkan yang merupakan adik dari teman dekatnya, Toar. Sarwono dan Pingkan sudah saling kenal sejak lama. Banyak teman-teman Toar yang ingin menjadi kekasih Pingkan namun Sarwono lah yang menjadi pria yang diinginkan Pingkan.

Hubungan keduanya terjadi begitu saja tetapi tidak jelas apa statusnya. Pingkan dan Sarwono memiliki latar belakang budaya dan agama yang berbeda. Sebenarnya mereka berdua saling mencintai namun tidak saling mengungkapkan. Keduanya saling ingin memiliki namun tidak mengutarakan perasaannya masing-masing. Keduanya nyaman dengan menjadi dekat namun tidak berpacaran. 

Keluarga Pingkan yang merupakan keluarga Manado mengritik dan ingin Pingkan untuk menjauhi Sarwono yang merupakan keturunan Jawa dan beragama muslim. Namun Pingkan tidak ingin mendengarkan apa yang dikatakan keluarganya atas hubungan mereka berdua. Bagi Pingkan adalah asal mereka saling menyayangi tidak peduli apa perbedaan yang ada di antara mereka.

Sarwono gemar menulis puisi yang sengaja ia buat untuk Pingkan. Ia juga merupakan penulis artikel di sebuah koran. Ketidakpastian dalam hubungan mereka berdua membuat keduanya saling merasa bingung namun merasa pasti akan hubungan mereka yang akan berlanjut ke jenjang yang serius yaitu pernikahan. 

Kegelisahan hati yang dirasakan Sarwono tidak hanya berakhir pada pertentangan keluarga Pingkan. Pingkan mendapatkan beasiswa ke Jepang dan terpaksa harus berpisah dengannya. Kegelisahannya berlanjut ketika ia merasa jauh dan takut akan kehilangan Pingkan. 

Alur yang ditulis oleh Sapardi Djoko Damono membuat pembaca harus berpikir dan tidak terlalu jelas untuk dipahami. Namun kisah cinta yang terasa realistis di antara Pingkan dan Sarwono membuat novel ini menjadi seru dan asik untuk dibaca. Gaya penulisan Sapadi Djoko Damono yang membuatnya menjadi salah satu novel sastra yang patut kita ancungi jempol. Kalimat-kalimat sederhana pun menjadi indah dengan diwarnai majas yang disisipkan di dalamnya.

Comments