Review Novel Calon Arang
Calon Arang merupakan sebuah buku dongeng sastra karangan Pramoedya Ananta Toer.
Calon Arang merupakan nama dari seorang penyihir yang ada di dusun Girah.Dongeng karya Pramoedya Ananta Toer ini berkisah tentang seorang penyihir yang ada di dusun Girah, negara Daha yang terkenal sangat kejam. Penyihir itu memiliki seorang anak perempuan yang sangat cantik parasnya namun tak ada satu orang pun di dusun itu yang ingin meminang anak gadisnya itu. Tidak ada satu pemuda pun yang berani untuk meminang gadis itu karena takut pada ibunya yaitu Calon Arang.
Novel Calon Arang dikarang pada tahun Caka 1462 dan mengandung dua belas subbab di dalamnya.
Buku dongeng ini memiliki ketebalan 96 halaman.
Calon Arang terkenal sebagai seorang penyihir yang kejam di dusun tersebut. Ia sering membunuh dan menindas orang-orang yang ia tidak senangi.
Oleh karena tidak ada yang ingin menikahi anaknya, Calon Arang meminta kepada dewi yang ia sembah untuk memberinya kekuatan untuk membuat sebuah penyakit mematikan di dusun tersebut.
Banyak sekali masyarakat di dusun tersebut yang mati karena penyakit yang dibuatnya. Masyarakat pun menjadi takut untuk keluar dari rumahnya.
Calon Arang memiliki banyak murid pengikutnya yang juga menyembah dewi yang dapat memberi mereka kekuatan gaib yang tidak bisa dikalahkan oleh siapa pun.
Kejahatan Calon Arang semakin menjadi bahkan membuat Kepala Negara Daha menjadi resah.
Raja pun mulai resah dengan berita yang tersiar bahwa sudah ribuan orang terbunuh oleh karena teluh yang dibuat oleh Calon Arang. Raja mengirimkan pasukannya untuk menangkap Calon Arang tetapi hasil yang didapatkan adalah dua orang pasukannya mati terkena amuk oleh Calon Arang.
Raja mencari cara lain untuk mengalahkan Calon Arang dan akhirnya menemukan cara lain dengan mencari seorang pendeta yang berpura-pura ingin menikahi Ratna Manggalai, putri sematawayang Calon Arang.
Kejahatan Calon Arang pun dapat dikalahkan dengan ilmu yang dimiliki oleh seorang empu yaitu Empu Baradah.
Buku dongeng ini memiliki bahasa yang cukup ringan untuk buku sastra. Ceritanya pun tidak begitu rumit dan mudah untuk diikuti. Beberapa kosakata yang tertulis pun masih belum menggunakan bahasa indonesia yang benar. Cerita yang disajikan mengandung banyak adegan yang mengandung kekerasan sehingga buku ini tidak cocok untuk diberikan kepada anak-anak.
Penulis cukup jelas menjelaskan setiap adegannya sehingga pembaca dapat masuk ke dalam imajinasi masing-masing.
Raja mencari cara lain untuk mengalahkan Calon Arang dan akhirnya menemukan cara lain dengan mencari seorang pendeta yang berpura-pura ingin menikahi Ratna Manggalai, putri sematawayang Calon Arang.
Kejahatan Calon Arang pun dapat dikalahkan dengan ilmu yang dimiliki oleh seorang empu yaitu Empu Baradah.
Buku dongeng ini memiliki bahasa yang cukup ringan untuk buku sastra. Ceritanya pun tidak begitu rumit dan mudah untuk diikuti. Beberapa kosakata yang tertulis pun masih belum menggunakan bahasa indonesia yang benar. Cerita yang disajikan mengandung banyak adegan yang mengandung kekerasan sehingga buku ini tidak cocok untuk diberikan kepada anak-anak.
Penulis cukup jelas menjelaskan setiap adegannya sehingga pembaca dapat masuk ke dalam imajinasi masing-masing.
Comments
Post a Comment