Cirebon Ambil Bagian di Asian Youth Day 2017
Asian Youth Day
atau AYD merupakan sebuah acara rutin setiap tiga tahun sekali bagi umat Gereja
Katolik di Asia. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan relasi antara umat
katolik di dunia dan terutama relasi dengan Tuhan. Asian Youth Day diikuti oleh
22 negara di Asia dan tahun ini merupakan acara yang ke-7 dan diadakan di
Indonesia. Peserta Asian Youth Day dari berbagai daerah dan negara kali ini
disebar ke 11 keuskupan di Indonesia termasuk keuskupan Bandung. Puncak
kegiatan Asian Youth Day ke-7 diselenggarakan di Jogjakarta. Gereja Bunda Maria
dan Gereja Santo Yosef di Cirebon merupakan Gereja Katolik yang termasuk di
dalam keuskupan Bandung sehingga Cirebon pun ikut ambil bagian dalam acara Asian Youth Day 2017. Secara garis
besar, Asian Youth Day dibagi ke dalam tiga rangkaian acara yaitu, Day In Diocese (DID), Days in AYD’s Venue dan Asian Youth Ministers Meeting (AYMM). Day in Diocese merupakan rangkaian acara
dimana peserta dibawa live-in di
daerah-daerah keuskupan yang sudah ditentukan.
Daerah Cirebon khususnya paroki Gereja Bunda Maria dan Gereja Santo Yosef bertugas untuk mengambil bagian dalam rangkaian acara Asian Youth Day di Indonesia dari tanggal 29 Juli 2017 sampai 1 Agustus 2017. Tema dari acara Asian Youth Day ke-7 yaitu “Joyful Asian Youth! Living the Gospel in Multicultural Asia”. Cirebon menjadi tuan rumah bagi peserta AYD yang datang dari Timor Leste, Taiwan dan Indonesia. Beberapa Umat Katolik dari paroki Bunda Maria dan Santo Yosef bertugas untuk menjadi houseparents bagi peserta AYD dari berbagai negara. Selama tinggal di keuskupan daerah inilah peserta AYD dari luar negeri dan luar pulau belajar dan meningkatkan relasi dengan sesama umat katolik di Cirebon. Acaranya berlangsung sangat meriah dan peserta yang ikut ambil bagian di Cirebon pun sangat ramai.
Hari pertama di Cirebon, peserta Asian Youth Day disambut di
masing-masing Gereja paroki di Cirebon. Penyambutan para peserta di Gereja
Bunda Maria tampak begitu meriah dengan tarian tradisional dari Cirebon yang
ditampilkan oleh anggota penari putri dari kaum muda katolik paroki Bunda
Maria. Para peserta tinggal di rumah penduduk yang sudah ditentukan untuk
beberapa hari selama acara ini berlangsung di Cirebon. Asian Youth Day diisi dengan kegiatan yang bertujuan untuk
mengenalkan budaya Indonesia kepada peserta yang datang baik dari Indonesia
maupun dari luar negeri. Pada hari kedua, para peserta diajak untuk mengenal
budaya tradisional dari Cirebon dengan mengadakan kunjungan ke keraton. Di
keraton, para peserta bisa mencoba berbagai alat musik tradisional khas Cirebon
juga belajar membatik yang merupakan ciri khas kota Cirebon.
“Selain mengenal budaya tradisional
dari Cirebon, kita juga mengisi dengan kegiatan sharing bersama untuk
meningkatkan relasi”, ujar salah satu panitia yang ikut berpartisipasi dalam
acara ini. Beberapa Orang Muda Katolik (OMK) menjadi tutor bagi para peserta
dari luar kota maupun luar negeri. Pada hari terakhir, acara Asian Youth Day di region Cirebon
ditutup dengan misa bersama di sekolah Santa Maria. Setelah misa, kegiatan
dilanjutkan dengan malam budaya. Malam budaya merupakan bagian dari acara
penutupan dimana peserta AYD menampilkan budayanya masing-masing dari
daerahnya. Setelah acara di Cirebon berakhir, peserta kemudian mengikuti puncak
acara AYD di Jogjakarta. Di sana, semua peserta dari 22 negara berkumpul
menjadi satu.

Comments
Post a Comment